MUHASABAH
Saudaraku,
Meraih derajat sabar membutuhkan perjuangan, dan untuk mencapainya harus diiringi dengan pengorbanan. Demikianlah sabar, awalnya pahit namun di akhir perjalanan ia akan memetik buah yang sangat indah, yaitu buah kesabaran...
Ada satu hakikat yang harus kita ingat untuk kita pancangkan di kedua pelupuk mata. Kita meyakini bahwa “Dunia adalah negeri ujian, dunia adalah negeri amal, bukan negeri yang kekal.”
Kita hidup di dunia pada hakikatnya mengalami fase perpindahan dari satu ujian ke ujian berikutnya secara terus-menerus. Bagaimana mungkin kita bisa memetik buah kesabaran, jika kita tidak lulus menghadapi setiap ujian?
Demikianlah dunia, Allah Azza wa Jalla ciptakan kematian dan kehidupan sebagai ujian bagi manusia, hingga tampak siapa di antara mereka yang paling baik amalnya,
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
"(Dialah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."
(QS. Al-Mulk: 2)
Seseorang tidak dibiarkan begitu saja mengatakan “Aku beriman” kemudian tidak diuji. Demi Allah, ujian akan datang menerpa sebagaimana diberitakan Al-Quran,
الم * أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ
“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?"
(QS. Al-Ankabut: 1-2)
Dalam ayat lain Allah Azza wa Jalla berfirman,
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar."
(QS. Ali Imran: 142)
Saudaraku,
Secara etimologi sabar mengandung makna menahan, seperti dalam firman Allah Azza wa Jalla,
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya."
(QS. Al-Kahfi: 28)
Dalam ayat ini Allah Azza wa Jalla perintahkan nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam untuk senantiasa bersabar, yakni menahan diri beliau untuk bersama dengan kaum mukminin termasuk mereka yang lemah seperti Bilal bin Rabah, Ammar bin Yasir dan selain mereka dari kaum mukminin yang selalu bertasbih kepada Rabb mereka...
Adapun secara syariah, sabar artinya menahan kalbu dari kemarahan dan ketidakridhoan kepada taqdir Allah Azza wa Jalla, menahan lisan dari ucapan-ucapan yang haram, dan menahan anggota badan dari maksiat serta amalan-amalan jahiliyah seperti meratapi mayyit dengan memukul-mukul pipi, merobek-robek kain baju dan semisalnya...
Di atas tiga asas inilah menahan qalbu, lisan dan badan kesabaran dibangun, sebagaimana diterangkan para ulama seperti Ibnul Qayyim dalam salah satu karya monumentalnya: _Al-Wabil Ash-Shoyyib minal Kalimith-Thayyib..._
Jadi tidak cukup sabar itu hanya dengan lisan saja sementara badan melakukan perkara yang Allah Azza wa Jalla murkai, namun tiga perkara ini harus berjalan beriringan...
Dalam Al-Quran ternyata lebih dari sembilan puluh tempat Allah Azza wa Jalla menyebutkan kesabaran demikian dikatakan oleh Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah... Allahu akbar !
Ayat-ayat tersebut Terkadang dalam bentuk perintah, terkadang dalam bentuk pujian dan sanjungan bagi mereka yang bersabar, terkadang berupa janji kemenangan dan kemuliaan, terkadang berisi janji Allah Azza wa Jalla berupa jannah dan ampunan-Nya...
Saudaraku,
Banyaknya penyebutan sabar dalam ayat-ayat Allah Azza wa Jalla menunjukkan kemuliaan dan kedudukan sabar dalam agama. Oleh karenanya Amirul Mukminin, Umar bin Al-Khaththab pernah berkata,
الصبر من الدين بمنزلة الراس من الجسد فلا إيمان لمن لا صبرله
“Sabar dalam agama kedudukannya seperti kepala pada jasad, maka tidak ada iman bagi mereka yang tidak memiliki kesabaran”.
Al-Quran mengabarkan bahwa pahala sabar sangat besar, bahkan Allah Azza wa Jalla tidak membatasi pahalanya. Allah Azza wa Jalla berfirman,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."
(QS. Az-Zumar: 10)
Al Quran juga mengabarkan bahwa Allah Azza wa Jalla bersama orang yang sabar dan mencintai mereka. Allah Azza wa Jalla berfirman,
وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Anfal: 46)
وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
"Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar."
(QS. Ali Imran: 146)
Al-Quran juga mengabarkan bahwa orang yang sabar mendapatkan shalawat dari Allah, rahmat dan hidayah, Allah Azza wa Jalla berfirman,
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ * الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ * أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
"Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."
(QS. Al-Baqarah: 155-157)
Al-Quran juga mengabarkan bahwa orang yang sabar telah disediakan pahala yang sangat besar dan ampunan-Nya,
وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
"Laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."
(QS. Al-Ahzab: 35)
Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa bersabar atas segala ujian dari-Nya untuk meraih ridha-Nya...
Aamiin Ya Rabb.

0 Komentar