MUHASABAH
Saudaraku,
Berhati-hatilah apabila ibadah yang kita lakukan masih bercita rasa dunia. Karena sesungguhnya, orang yang pertama kali terpeleset ke dalam api neraka adalah orang yang beramal besar, tapi ia salah dalam berniat. Maka luruskanlah niat kita, beribadah karena ridha Allah Azza wa Jalla, bukan karena dunia!
Janganlah kita beribadah bercita rasa dunia. Menunaikan shalat dhuha diniatkan agar dimudahkan mendapat rezeki banyak, itu keliru! Karena shalat dhuha itu merupakan sedekah bagi sendi-sendi kita karena Allah Azza wa Jalla. Kalau yang diniatkannya untuk mendapat rezekinya banyak, mungkin akan Allah Azza wa Jalla kabulkan di dunia, tapi kita tidak akan mendapat investasi pahala di akhirat kelak...
Ayat Al-Qur'an tidak pernah diniatkan untuk menghadirkan dunia. Misalnya nanti baca ayat ini kemudian rezekinya menjadi gampang loh... Sejak kapan Al-Qur'an diniatkan untuk dunia? Al-Quran itu diturunkan untuk menjadi petunjuk menuju kehidupan di akhirat. Kesalahan dalam agama itu apa? Kita ini ketika menjalankan agama terkadang merasakan dengan cita rasa dunia. Makanya pertanyaan standar masyarakat itu apa? "Amalan apa yang dapat membuat usaha kita lancar." Sejak kapan Al-Qur'an dijadikan amalan pelancar bisnis kita? Maka ketika di akhirat kelak, kita tidak mempunyai pahala atas amalan kita, sudah kita habiskan untuk kepentingan dunia. Ketika kita protes, bukankah kita sering membaca Al-Qur'an? Mana pahala kita membaca Al-Qur'an? Maka akan dijawab oleh Allah Azza wa Jalla, bukankah kita membaca Al-Qur'an hanya diniatkan agar bisnisnya lancar? Bukankah bisnismu di dunia sudah lancar dan sukses sesuai keinginanmu!
Saudaraku,
Setiap manusia tentunya ingin meraih kesuksesan. Dan Islam adalah agama yang menuntun umatnya untuk menjadi orang-orang yang sukses. Tidak hanya sukses di dunia namun juga sukses di akhirat. Untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat itu, Allah Azza wa Jalla juga telah memberikan petunjuk yang fenomenal yaitu Al-Qur’an...
Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ditemukan ayat-ayat yang berbicara tentang kesuksesan dan orang-orang sukses. Ternyata sukses menurut manusia berbeda total dengan sukses menurut Allah Azza wa Jalla. Jika manusia mendapatkan harta dunia yang berlimpah, rumah megah, mobil mewah, apapun keinginan serba mudah, tentu bukan hanya itu ukuran sukses menurut Islam. Artinya, sungguh rugi orang yang mengira dirinya telah sukses dan dianggap manusia sebagai orang sukses dalam kehidupan di dunia, tapi ternyata ia termasuk orang yang gagal total. Sukses yang sebenarnya, sejati, hakiki dan abadi adalah sukses menurut Allah Azza wa Jalla dalam kitab-Nya, Al-Qur’an. Ibnul Jauzi dalam kitab Shaidul Khatir menegaskan, barangsiapa yang merenungi akibat dari kehidupan dunia, niscaya ia akan hati-hati mengarunginya. Dan siapa yang meyakini panjangnya perjalanan (akhirat) maka ia akan mempersiapkan bekal perjalanan tersebut...
Allah Azza wa Jalla berfirman,
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.”
(QS. Thaha: 131)
Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa melaksanakan segala perintah-Nya tanpa berniat yang lain selain meraih ridha-Nya...
Aamiin Ya Rabb.

0 Komentar