Cari Blog Ini

MENDENGARKAN KATA HATI


 


MUHASABAH


Saudaraku,

Hati adalah jendela jiwa, maka kata hati dan bahasa kalbu tidak pernah bisa dibohongi. Semakin berontak kita terhadap kata hati, akan semakin gelisah jiwa kita. Selamilah bahasa hati, niscaya akan kita temukan kedamaian. Karena bahasa hati adalah bahasa kebenaran. Bahasa hati adalah bahasa kearifan.

Marilah kita meraih kearifan intelektual dan spiritual dengan mendengar apa kata hati, dan marilah kita luangkan sejenak waktu untuk merenung memahami hakikat diri...

Saudaraku,

Ada suatu pertanyaan yang barangkali sering muncul di tengah amaliah ibadah kita: sudah sepantasnyakah kita meraih surga?


قال الحافظ ابن رجب - رحمه الله - :

‏آدم أُخرج من الجنة بذنب واحد ، وأنتم تعملون الذنوب وتكثرون منها وتريدون أن تدخلوا بها الجنة

[ لطائف المعارف (٨١) ]

Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah pernah berkata :


"Nabi Adam 'alaihis salam, beliau dikeluarkan dari surga (oleh Allah) disebabkan satu dosa yang dilakukan oleh beliau.

Sedangkan kalian (wahai kaum Muslimin), melakukan dosa-dosa dan memperbanyaknya, tetapi (bersamaan dengan itu pula) kalian menginginkan meraih surga dengan membawa dosa-dosa tersebut.


_(Pantaskah hal itu ? Tidak malukah kalian kepada Allah ?)."_


(Latha'iful Ma'arif, hlm. 18, karya Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah)


Saudaraku,

Ini adalah nasehat dan teguran yang sangat lembut untuk kita semua, yang tentunya bercita-cita dan berharap meraih surga, tetapi amalannya masih penuh dosa dan maksiat, tanpa diiringi taubat dan istighfar, memohon ampunan kepada Allah Azza wa Jalla...

Atau bagi kita yang enggan bertaubat dan beristighfar, karena kesombongannya, terlalu yakin bahwa Allah Azza wa Jalla pasti mengampuni dosa-dosanya, tetapi juga masih meremehkan dosa-dosa itu hingga terus-menerus mengulangi melakukannya....


Saudaraku,

Yang sepantasnya kita lakukan adalah: ketika kita terjatuh pada perbuatan dosa dan kekhilafan maka segeralah kita mengingat Allah Azza wa Jalla kemudian bertaubat kepada-Nya, dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang...

Allah Azza wa Jalla berfirman,


وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

_"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."_

(QS. Ali Imran: 135)


Allah Azza wa Jalla juga berfirman,


قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

_"Katakanlah : "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."_

(QS. Az-Zumar: 57)


Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa menjaga kita agar terhindar dari perbuatan dosa dan kemaksiatan...


عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه عَن النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ، قَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا، وَنَعْلُهُ حَسَنَةً، قَالَ: إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ، وَغَمْطُ النَّاسِ . [رواه مسلم والترمذي وأبو داود وابن ماجه وأحمد ]

"Dari Abdullah bin Mas'ud ra, dari Nabi sallallahu 'alaihi wasalam bersabda: “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar _dzarrah_." Ada seseorang yang bertanya: "Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?" Beliau SAW. menjawab: "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.”

(HR. Muslim no. 91)


Saudaraku,

Kesombongan sebesar _dzarrah_ menyebabkan seseorang terhalang meraih surga...

Hadits tersebut menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kesombongan adalah menolak kebenaran, nenolak nasehat kebaikan, misalnya _walk out_ dari majlis taklim yang dibacakan Qolallahu Ta'ala dan Qolarasulullahi shalallahu alaihi wasallam. Kesombongan jenis ini adalah sombong dalam bentuk perbuatan, karena mulutnya tidak mengucapkan apapun...

Kesombongan berikutnya karena memandang rendah orang yang menyampaikan kebenaran, sehingga pesan apapun yang disampaikan kepada mereka, meskipun pesan itu mengenai kebaikan akan dipandang sebelah mata. Harus kita sadari bahwa sesungguhnya kesombongan adalah sifat warisan Iblis laknatullah yang menjadi penghalang seseorang meraih surga...

Kesombongan adalah karakter perilaku penentang dakwah Rasulullah;


فَقَالَ الْمَلأ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلا بَشَرًا مِثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلا الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَى لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ ۞

_”Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya, Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kalian memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami.”_

(QS. Hud: 27)


Saudaraku,

Sesungguhnya kesombongan adalah karakter Iblis laknatullah...


وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيْسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِيْنَ ۞

_“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis, ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir.”_

(QS. Al-Baqarah: 34)


أَنَاْ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ ۞

_“Iblis berkata, Aku lebih baik dari padanya (Adam), Engkau telah menciptakan aku dari api dan Engkau menciptakannya dari tanah.”_

(QS. Al-A'raf: 12)


Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa memantaskan diri, mendengarkan kata hati untuk meraih ridha-Nya...

Aamiin Ya Rabb.

Posting Komentar

0 Komentar