MUHASABAH
Saudaraku,
Setiap amalan kita di dunia ini terkadang berlebihan hingga melampaui batas ( _ghuluw_ ) atau terkadang justru meremehkannya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam,
قال سنيد بن داود: سمعت مخلد بن الحسين يقول:
ما ندب الله العباد إلى شيء، إلا اعترض فيه إبليس بأمرين، ما يبالي بأيهما ظفر: إما غلو فيه، وإما تقصير عنه.
سير أعلام النبلاء (9/ 236)
Berkata Sunaid bin Dawud (Abu 'Ali) aku mendengar Makhlad bin Al-Husain (Abu Muhammad) pernah berkata:
“Tidaklah Allah Subhânahu wa Ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berbuat kebaikan melainkan Iblis akan menghadangnya dengan dua cara. Iblis tidak ambil peduli dengan cara apa dia akan menguasainya. Antara bersikap _ghuluw_ (melampaui batas) di dalam amalan tersebut ataukah sikap meremehkannya.”
(Siyar A’lam An-Nubala’, 9/236)
Saudaraku,
Ketika wabah Covid 19 melanda, terkadang disikapi secara berlebihan hingga melampaui batas, kebijakan yang diambil adalah menutup semua masjid dan larangan beribadah. Padahal tidak semua masjid masuk wilayah zona merah, masih dalam lingkungan zona hijau. Namun ada juga yang meremehkannya, padahal sudah masuk zona merah dengan mengatakan hidup mati Allah Azza wa Jalla yang menentukan. Tanpa kita sadari, itulah bisikan Iblis yang merasuk ke dalam jiwa kita, sebagai bentuk ujian untuk kita. Semestinya kita sikapi secara proporsional. Tidak boleh berlebihan dan tidak boleh juga meremehkannya...
Saudaraku,
Ujian adalah sebuah berkah. Terdapat makna dan hikmah tersembunyi di dalamnya...
Namun tak semua orang mampu untuk bersabar dan berpikir jernih saat mengalami suatu ujian...
Yang ada di pikiran mereka biasanya hanyalah hal buruk dan kemarahan pada Allah Azza wa Jalla dan kehidupan...
Mereka berpikir bahwa Allah Azza wa Jalla tak menyayangi mereka dan akhirnya mereka mulai menjauhi-Nya. Bersikap berlebihan hingga menjauhi masjid-masjid sebagai _baitullah_ (rumah Allah)...
Padahal jika disadari, semua itu hanya tangga untuk menaikkan derajat mereka di hadapan Allah Azza wa Jalla...
Tentu Sang Pemilik Kehidupan ini tidak menutup mata. Dan Dia pun pastinya sudah menakar dengan sempurna...
Takkan mewujud mutiara andaikan kerang tak ada yang masuk butiran pasir yang menyakitkannya, begitupun tak terbentuk pedang andaikan kurang panas tungku bakar dan tempaannya...
Begitu juga kesempurnaan sayap kupu-kupu adalah dari susahnya ia merobek celah kepompong, kapal yang teruji adalah saat mampu menembus ombak nan ganas...
Kita semua perlu ujian untuk menjadikan diri kita lebih tinggi, lebih berharga, lebih bernilai dan lebih mulia. Penyengat diri, pelecut jiwa, harapan untuk kita kejar tiap masanya...
Ujian tidak dikirimkan oleh Allah Azza wa Jalla melainkan kita sudah diberi Allah Azza wa Jalla kemampuan menyelesaikannya, asalkan kita mau, juga sesuaikan caranya dengan apa yang ditunjukkan Allah Azza wa Jalla...
Sayangnya kita terlampau silau dengan hasil, lalu melupakan proses yang harus kita jalani untuk mendapatkan keinginan kita, mau nikmat tapi instan dan segera...
Kita lupa bahwa di balik kilau nama Ibrahim, ada ujian akan bapak, istri, dan anak-anaknya, di balik rupawan Yusuf ada ujian saudara, hamba sahaya, wanita, dan penjaranya...
Kita lupa bahwa Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam senantiasa diiringi dengan berbagai ujian kengerian, malapetaka, dan goncangan yang dahsyat, menguji harta dan nyawa tiap kalinya...
Allah Azza wa Jalla meninggikan nilai kita dengan ujian, bagai pasir yang terselip, tungku api yang menempa, agar kita muncul berkilau dan kuat, bernilai dan dicari, berharga bagi semua...
Bila kita tak ingin jadi manusia biasa, hadapi ujian itu, dekatkan diri dengan Allah Azza wa Jalla, maka tak mungkin kita tak kuat menghadapi semua, Sebab Allah Azza wa Jalla adalah sumber kekuatan...
Apabila selama ini kita lulus ujian, atau bahkan selalu dekat dengan teguran, jangan-jangan selama ini kita yang tak mau mengenal dan mendekat kepada Allah?
Saudaraku,
Marilah pada kesempatan sisa umur kita ini kita memperbanyak bertaubat, memohon ampunan-Nya. Karena Rasul juga mengatakan bahwa yang terbaik bukanlah orang yang tidak pernah berbuat dosa. Setiap manusia pernah berbuat salah. Yang paling baik dari mereka adalah yang mau bertaubat.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap manusia pernah berbuat salah. Namun yang paling baik dari yang berbuat salah adalah yang mau bertaubat.”
(HR. Tirmidzi no. 2499; Ibnu Majah, no. 4251; Ahmad, 3: 198.)
Mari kita berdoa dilepaskan dari berbagai wabah penyakit, termasuk Covid 19,
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
لآ إِلٰـــهَ إِلَّا اللهُ، الْعَظِيْمُ الْـحـَلِيْمُ، لآ إِلٰــــهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ،وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ.
“Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Lembut Kasih Sayangnya, Tiada Tuhan selain Allah Yang memiliki ‘Arsy Yang Agung, tiada Tuhan selain Allah Rabb (Penguasa) seluruh langit dan bumi, dan Tuhannya `Arsy Yang Mulia.”
اَللّٰهُمَّ إِنّـِيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجـُنُوْنِ، وَالْـجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّـئِ الْأَسْقَامِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila dan lepra serta dari penyakit-penyakit yang buruk (membahayakan).”
اَللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّاالْغَلَآءَ وَالْبَلَآءَ وَالْوَبَآءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَآئِدَ وَالْمِحَنَ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَابَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بَلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً اِنَّكَ عَلَى كُلِّى شَيْئٍ قَدِيْرٌ
"Ya Allah, hindarkanlah dari kami kekurangan pangan, cobaan hidup, penyakit-penyakit wabah, perbuatan-perbuatan keji dan munkar, ancaman-ancaman yang beraneka ragam paceklik-paceklik dan segala ujian, yang lahir maupun batin dari negeri kami ini pada khususnya dan dari seluruh negeri kaum muslimin pada umumnya, karena sesungguhnya Engkau atas segala sesuatu adalah berkuasa".
اللهُمَّ هَذَا المَرَضُ جُنْدٌ مِنْ جُنُوْدِكَ, تُصِيْبُ بِهِ مَنْ تَشَاءَ وَتَصْرِفُهُ عَمَّنْ تَشَاءَ, اللهُمَّ فَاصْرِفْهُ عَنَّا وَعَنْ بُيُوْتِنَا وَعَنْ أَهْلِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذَرَارِيْنَا وَعنْ بِلَادِنَا وَبِلاَدِ المسلمين, اللهم احْفَظْنَا مِمَّا نَخَافُ وَ نَحْذَرُ وَأَنْتَ خَيْرٌ حَافِظًا وَأنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِين
"Ya Allah penyakit ini salah satu dari pasukan-Mu, Engkau timpakan dan hindarkan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki, oleh sebab itu Ya Allah, jauhkanlah penyakit itu dari kami, rumah-rumah kami, kleuarga kami, istri kami, keturunan kami, negara kami dan negara-negara muslim. Ya Allah, peliharalah dari yang kami takuti dan kami hindari. Sungguh Engkau sebaik-baik pemelihara dan sebaik-baik pemberi kasih sayang"
Semoga Allah mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa beramal tidak secara berlebihan hingga melampaui batas ataupun meremehkannya, dan semoga Allah Azza wa Jalla meridhainya...
Aamiin Ya Rabb.


0 Komentar