Cari Blog Ini

SUDUT PANDANG KHUSNUDZAN

MUHASABAH

Saudaraku,
Janganlah mengandalkan sudut pandang dari sisi kita saja untuk menerjemahkan sesuatu, sesekali lihatlah dari sudut pandang orang lain untuk memahami sesuatu agar kita mampu merasakan apa yang mereka rasakan...

Seperti gunung besar yang di sekelilingnya terdapat sungai dan pepohonan... Jika dipandang dari dekat, maka yang ada hanya  bongkahan batu besar. Tapi bila dipandang dari kejauhan kita akan menikmati berbagai macam keindahannya...

Saudaraku,
Di antara pesan Imam al Ghazali agar selalu melihat orang lain dengan kacamata _husnudzan_ (berprasangka baik). Beliau mengajarkan bahwa:

فان رايت صغيرا قلت فى قلبك هذا لم يعص الله وانا عصيته فلا شك انه خير منى

Jika engkau melihat anak kecil, katakanlah dalam hatimu: "Ia belum pernah bermaksiat kepada Allah Azza wa Jalla, sedangkan aku telah bermaksiat. Tidak diragukan lagi bahwa ia lebih baik dariku".

وان رايت كبيرا قلت هذا قد عبد الله قبلى فلا شك أنه خير منى

Jika engkau melihat orang yang lebih tua katakanlah: "Orang ini telah beribadah sebelum aku melakukannya. Tidak diragukan lagi bahwa ia lebih baik dariku"

وان كان عالما قلت هذا اعطى مالم اعط وبلغ مالم ابلغ فكيف اكون مثله

Jika melihat orang alim, katakanlah: "Orang ini telah memberi (ilmu) apa yang belum kuberi, memperoleh apa yang belum aku peroleh. Maka, bagaimana aku setara dengannya?".

وان كان جاهلا قلت هذا قد عصى الله بجهل وانا عصيته بعلم

Jika dia bodoh, katakan dalam hatimu: "Orang ini bermaksiat dalam kebodohan, sedangkan aku bermaksiat dalam keadaan tahu."

(Muraqiyul 'Ubudiyah, hlm. 79)

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa berkhusnudzan kepada siapapun untuk meraih ridha-Nya...
Aamiin Ya Rabb.

Posting Komentar

0 Komentar